Lagi- lagi bola berakhir rusuh

13 Feb 2010

Kerusuhan kembali mewarnai persepakbolaan indonesia. Kali ini kerusuhan terjadi dalam laga derbi yogyakarta antara PSS Sleman dengan PSIM Yogyakarta dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama. Namun yang berbeda kali ini adalah bukan kerusuhan antar suporter melainkan kerusuhan antara Brajamusti, julukan buat suporter PSIM Jogja dengan aparat kepolisian.

Penyebab kerusuhan masih simpang siur karena adanya beberapa pernyataan yang berbeda mengenai hal ini. Ada yang mengatakan bahwa kericuhan bermula ketika ketika brajamusti melakukan pelemparan terhadap slemania, suporter PSS Sleman, akan tetapi malah mengenai aparat. Hal inilah yang diduga menyulut kemarahan aparat. Menurut sumber lain kerusuhan berawal ketika kedua pendukung ini saling lempar botol dan gelas air mineral. Pertandinganpun dihentikan oleh wasit pada menit ke 63 saat salah seorang pemain PSS terkena lemparan batu di bagian punggung. Suasanapun berubah menjadi tidak kondusif ketika aparat kepolisian mulai menembakkan gas air mata untuk membubarkan suporter PSIM sehingga mereka berhamburan masuk lapangan.

Melihat kekacauan ini, Hery Zudianto selaku walikota Yogyakarta melakukan seruan melaui mikrofon dari tenda panitia. Hery menghimbau agar aparat kepolisian menghentikan temabakan gas air mata ke arah suporter. Serasa tidak dihiraukan oleh polisi, Heri pun berlari ke tengah lapangan untuk menenangkan suporter dan mencegah aparat bersikap brutal.

Ketegangan berlanjut hingga malam ketika kerumunan suporter PSIM masih berada disekitar Stadion. Sementara itu suporter PSS masih bertahan di dalam stadion untuk menghindari bentrokan dengan Brajamusti. Sementara itu, pada pukul 19.00 WIB polisi kembali melakukan penyerangan terhadap brajamusti di wisma PSIM. Dalam insiden ini terjadi kerusakan 4 mobil serta puluhan sepeda motor milik suporter. Wartawapun menjadi koran. Seorang wartawan Kedaulatan Rakyat yang meliput kejadian ini terluka akibat pemukulan yang dilakukan oleh oknum polisi. beruntung dia diselamatkan oleh rekan wartawan yang lain.

Sungguh sangat disayangkan hal- hal seperti ini masih terus terjadi dalam dunia sepakbola tanah air mengingat Indonesia berencana mengajukan usulan sebagai tuan rumah piala dunia 2022. Semoga PSSI lebih bertindak tegas terhadap aksi- aksi anarkis yang terjadi sehingga dapat menciptakan tontonan bola yang aman dan nyaman. Let’s hope.

Sumber: Kompas & Kedaulatan Rakyat.


TAGS


-

Author

Follow Me