Negeri Yang Pandai Bersyukur

21 Sep 2010

Alkisah di sebuah negeri antah berantah yang sedang bersitegang dengan negara tetangga mengenai wilayah perbatasan dan klaim budaya, rakyatpun menunggu pidato presiden mengenai sikap pemerintah terhadap tetangganya itu. Akhirnya saat yang dinanti pun tiba. Sang presiden menyampaikan pidatonya. Inilah poin utama dari pidato sang presiden:

Sang Presiden: Sebagai negara yang serumpun dan bersaudara, Kita harus menyelesaikan konflik ini dengan sikap yang bermartabat, jangan menggunakan kekuatan senjata dan kekerasan yang justru akan merendahkan martabat kita. Utamakan diplomasi damai untuk menyelesaikanya.

Berbagai pihak pun segera menanggapi pidato yang disampaikan presiden tersebut. Berikut adalah opini mereka:

Menteri Luar Negeri: Kita harus bersyukur karena presiden lebih percaya kepada kita (Departemen Luar Negeri) untuk menyelesaikan masalah ini daripada kepada Departemen Pertahanan.

Menteri Pertahanan: Kita bersyukur presiden memilih jalan damai untuk mengatasi konflik ini. Coba kalau dia memutuskan perang. Habis kita.. mereka kan kecil- kecil cabe rawit.

Menteri Tenagakerja:Kita bersyukur konflik ini dapat terlesaikan dengan baik sehingga pemerintah tidak perlu pusing- pusing menyediakan lapangan kerja buat 2 juta TKI yang saat ini bekerja disana.

Menteri Perekonomian:Kita bersyukur karena dengan demikian investasi Negara tetangga tetap masuk dan mengembangkan lahan kelapa sawitnya di Negara kita.

Menteri Kebudayaan:Kita harus bersyukur memiliki negeri tetangga yang baik yang sudah mau mempromosikan kebudayaan kita ke dunia internasional.

Anggota Dewan:Kita bersyukur presiden membuat langkah yang tepat, sehingga kita bisa mengagendakan studi banding kesana.

Tidak lama kemudian munculah masalah- masalah lain yaitu amblesnya jalan di Ibukota, kemacetan, serta sarana transportasi mudik yang tidak memadai. Pihak yang berkepentingan pun segera memberikan pernyataan mengenai hal- hal tersebut.

Menteri Pekerjaan Umum:Kita patut bersyukur Tuhan masih mengingatkan kita bahwa kota ini rawan ambles dan tenggelam.

Polisi:Kita bersyukur persoalan kemacetan belum bisa terselesaikan sehingga angka kecelakaan lalu lintas bisa berkurang. Dengan kemacetan dimana- mana maka pengendara pun tidak lagi bisa kebut- kebutan yang kerap menimbulkan kecelakaan.

Menteri Perhubungan:Walaupun sarana transportasi mudik belum memadai, namun kita patut bersyukur karena keadaan tersebut membuat para pemudik lebih akrab karena harus berdesak- desakan sehingga suasana kekeluargaan pun sudah terlihat semenjak mudik.

Pencopet:Dengan makin berjubelnya para pemudik, kita bersyukur omset kita terus naik tiap musim mudik.(sambil tersenyum)

Rakyat:Syukur sih syukur. Tapi nggak gini- gini juga kali pak..

Tentu saja cerita tersebut bukan cerita sungguhan, alias hanya dongeng belaka. Namun satu hal yang paling penting bagi kita adalah pelajaran untuk senantiasa bersyukur. Alangkah indahnya jika kita mau bersyukur setiap saat, baik saat lapang maupun sempit, baik ketika menerima nikmat maupun ujian, persis seperti negeri antah berantah tersebut. Dalam begitu kompleksnya masalah yang dihadapi, mereka masih senantiasa bisa bersyukur.


TAGS Bersyukur-Alexandria


-

Author

Follow Me